Ini cerita saya sewaktu berlibur ke danau indah di kawasan tempat tinggal saya. Saya dan 4 teman saya yang hobinya jalan-jalan ke alam terbuka memilih danau itu untuk tempat kami liburan. Danau itu memang benar-benar indah, hanya saja untuk ke sana harus melewati beberapa sungai dan menempuh waktu beberapa jam.
Agar sampai ke danau itu kami sepakat menyewa perahu motor. Setelah persiapan sudah lengkap dan perahu motor sudah dapat. Kamipun berangkat.
Suasana di sungai yang kami arungi terasa sepi sekali, hanya terdengar bunyi perahu kami yang berisik. Air yang keruh, ranting pohon yang hanyut, dan tetumbuhan air lah yang dapat kami nikmati.
Setelah kira-kira di pertengahan jalan, perahu kami mogok mesinnya mati. Kami menjadi kelabakan, suasana yang tadinya tenang menjadi riuh. Kami panik, kami tidak bisa meminta pertolongan pada orang karna tak ada satu orangpun di sana.
Tapi salah satu temanku mencoba menenangkan kepanikan kami. Dia mencoba memperbaiki perahu yang rusak. Setelah ia periksa dan ternyata baling-baling perahu tersangkut kayu pohon. Diapun melepaskan pakaiannya dan menyelam ke bawah perahu. Di kejauhan terlihat seperti batang kayu yang mendekat ke perahu kami. Semakin dekat dan dekat dan ternyata itu adalah seekor buaya. Kami hanya bisa melongo dan tak bisa berkata apa-apa seperti terhipnotis saja. Kemudian buaya itu mendekati temanku yang menyelam tadi. Kemudian buaya itu mencolek punggung temanku."Mas ada yang rusak ya?"
Seriusss amattt sich!!!
Kamis, 02 Oktober 2008
Rabu, 01 Oktober 2008
Hasim dan Pak Polisi
Hasim adalah seorang pedagang buah. Pada suatu hari Hasim pergi ke pasar buah naik motor, tiba-tiba di tengah jalan ada razia kelengkapan kendaraan bermotor..
Polisi : "Selamat siang pak?"
Hasim : "Siang pak!"
Polisi : "Mana SIM ?"
Hasim : "Pasar buah pak!"
Polisi : "Bapak kutilang ya?"
Hasim : "Saya bukan kutilang pak saya manusia!"
Polisi : "?!?!"
Polisi : "Selamat siang pak?"
Hasim : "Siang pak!"
Polisi : "Mana SIM ?"
Hasim : "Pasar buah pak!"
Polisi : "Bapak kutilang ya?"
Hasim : "Saya bukan kutilang pak saya manusia!"
Polisi : "?!?!"
Senin, 29 September 2008
Saling Minta Maaf
Seorang suami sedang terbaring sakit di pembaringan. Istrinya nampak setia menemani suaminya itu.
Suami : "Mama, umur papah tidak akan lama lagi."
Istri : "Papah jangan bicara seperti itu. Masalah umur hanya Tuhan yang tahu"
Suami : "Papah banyak salah sama mama. Papah selingkuh sama sahabat mama, si Ratih.! Papah minta maaf, papah khilaf"
Istri : "Mama sebenarnya sudah tahu pah! Mamapun mau minta maaf sama papah!"
Suami : "Jadi mama sudah tahu, kenapa mama tidak marah dan minta maaf?"
Istri : "Sebenarnya yang menyebabkan papah sakit ini adalah dari racun yang mama berikan!"
Suami : "Mama, umur papah tidak akan lama lagi."
Istri : "Papah jangan bicara seperti itu. Masalah umur hanya Tuhan yang tahu"
Suami : "Papah banyak salah sama mama. Papah selingkuh sama sahabat mama, si Ratih.! Papah minta maaf, papah khilaf"
Istri : "Mama sebenarnya sudah tahu pah! Mamapun mau minta maaf sama papah!"
Suami : "Jadi mama sudah tahu, kenapa mama tidak marah dan minta maaf?"
Istri : "Sebenarnya yang menyebabkan papah sakit ini adalah dari racun yang mama berikan!"
Keturunan Konglomerat
Seorang pengemis terlihat sedang minta-minta pada seorang ibu muda.
Pengemis : "Bu minta sedekahnya bu!!"
Ibu Muda : "Mengapa kamu tidak kerja yang lain saja, jangan mengemis?" (sambil memberi uang)
Pengemis : "Yah cuma ini yang saya bisa, sebenarnya saya ini adalah keturunan konglomerat yang hartanya tidak akan habis sampai 7 turunan!"
Ibu Muda : "Lantas mengapa kamu jadi pengemis? Kamu kan keturunan konglomerat!"
Pengemis : "Yah saya ini memang keturunan konglomerat, tapi saya keturunan ke delapan!"
Pengemis : "Bu minta sedekahnya bu!!"
Ibu Muda : "Mengapa kamu tidak kerja yang lain saja, jangan mengemis?" (sambil memberi uang)
Pengemis : "Yah cuma ini yang saya bisa, sebenarnya saya ini adalah keturunan konglomerat yang hartanya tidak akan habis sampai 7 turunan!"
Ibu Muda : "Lantas mengapa kamu jadi pengemis? Kamu kan keturunan konglomerat!"
Pengemis : "Yah saya ini memang keturunan konglomerat, tapi saya keturunan ke delapan!"
Main Sepak Bola
Udin pulang dari sekolah terlihat begitu kesal dan wajahnya tampak kusut. Melihat hal itu ayahnyapun bertanya pada Udin.
Ayah Udin : "Kenapa kamu?Tampaknya kamu lagi kesal!"
Udin : "Iya nih yah, aku lagi kesal!"
Ayah Udin : "Kesal kenapa?"
Udin : "Begini yah, tadi ketika mata pelajaran olah raga. Waktu
aku nendang bola ke kiri, eh ternyata kata pak guru pelanggaran. Lalu ketika aku nendang bola ke kanan juga dibilang pelanggaran! Bagaimana aku tidak kesal! Mungkin pak gurunya sentimen sama aku!"
Mendengar penjelasan Udin, sontak saja ayah Udin naik pitam.
Ayah Udin : "Guru macam apa dia, tidak tahu peraturan persepakbolaan. Masa anakku nendang bola ke kiri atau ke kanan dibilang pelanggaran!!!"
Udin : "Aduh ayah!! Aku tadi bukan main sepak bola, tapi main bola basket!!"
Ayah Udin : "?!?!?!"
Ayah Udin : "Kenapa kamu?Tampaknya kamu lagi kesal!"
Udin : "Iya nih yah, aku lagi kesal!"
Ayah Udin : "Kesal kenapa?"
Udin : "Begini yah, tadi ketika mata pelajaran olah raga. Waktu
aku nendang bola ke kiri, eh ternyata kata pak guru pelanggaran. Lalu ketika aku nendang bola ke kanan juga dibilang pelanggaran! Bagaimana aku tidak kesal! Mungkin pak gurunya sentimen sama aku!"
Mendengar penjelasan Udin, sontak saja ayah Udin naik pitam.
Ayah Udin : "Guru macam apa dia, tidak tahu peraturan persepakbolaan. Masa anakku nendang bola ke kiri atau ke kanan dibilang pelanggaran!!!"
Udin : "Aduh ayah!! Aku tadi bukan main sepak bola, tapi main bola basket!!"
Ayah Udin : "?!?!?!"
Jumat, 26 September 2008
Baca Koran
Di koran aku baca bahayanya merokok, langsung aku berhenti merokok.
Besoknya aku membaca bahaya minum alkohol, langsung aku berhenti minum-minuman keras.
Besoknya lagi aku membaca bahayanya sex, langsung aku berhenti berlangganan koran.
Besoknya aku membaca bahaya minum alkohol, langsung aku berhenti minum-minuman keras.
Besoknya lagi aku membaca bahayanya sex, langsung aku berhenti berlangganan koran.
Rabu, 24 September 2008
Dilarang Telentang!!!!!!!
!!!!!!!!!!PERINGATAN!!!!!!!!!!
Bagi pembaca sekalian diberitahukan bahwa sehabis kita makan tidak boleh telentang!!!!!
Ingat baik-baik!!!!
Sekali lagi sehabis makan kita tidak boleh telentang!!!!!!!
Mengapa???????
Telen paku aja susah apalagi telen tang!?!?!
Bagi pembaca sekalian diberitahukan bahwa sehabis kita makan tidak boleh telentang!!!!!
Ingat baik-baik!!!!
Sekali lagi sehabis makan kita tidak boleh telentang!!!!!!!
Mengapa???????
Telen paku aja susah apalagi telen tang!?!?!
Langganan:
Postingan (Atom)