Tampilkan postingan dengan label honey bee pollen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label honey bee pollen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Februari 2009

Difteri, Penyakit Menular Anak

DIFTERI merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya pada anak-anak. Penyakit ini mudah menular dan menyerang terutama daerah saluran pernapasan bagian atas. Penularan biasanya terjadi melalui percikan ludah dari orang yang membawa kuman ke orang lain yang sehat. Selain itu penyakit ini bisa juga ditularkan melalui benda atau makanan yang terkontaminasi.


Menurut dr Agustining Rahayu dari Balikpapan, difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini diberi nama serupa dengan kuman penyebabnya.

“Difteri adalah penyakit infeksi akut yang mudah menular, yang diserang terutama saluran napas bagian atas dengan tanda khas terbentuknya pseudomembran dan dilepaskannya eksotoksin,” jelas wanita yang akrab disapa dr Ayu ini.

Dijelaskan, pada penyakit ini terdapat imunitas bawaan sampai anak usia sekira tiga bulan. Gejalanya, biasanya penderita mengeluh sakit menelan dan napasnya terdengar seperti orang mengorok (stridor).

Ayu mengungkapkkan, penderita tampak sesak napas dengan atau tanpa ada tanda obstruksi napas dan demam yang tidak terlalu tinggi. Pada pemeriksaan tenggorokan nampak selaput putih keabu-abuan yang mudah berdarah bila disentuh.

“Kadang-kadang dapat juga disertai gejala perdarahan pada hidung, sumbatan jalan napas, napas yang berbau,” ungkapnya. Di samping itu, tambahnya, juga ditemukan adanya pembesaran kelenjar limfe.

Dijelaskan, kuman difteri hidup pada selaput lendir rongga mulut, tenggorokan, dan hidung pada orang yang terinfeksi dengan kuman ini. Penyebaran adalah melalui udara pernapasan yang mengandung kuman difteri, kontak langsung dengan percikan lendir saluran napas yang mengandung kuman.

Dengan pengobatan yang cepat dan tepat maka komplikasi yang berat dari penyakit ini dapat dihindari, namun keadaan bisa makin buruk bila pasien dengan usia yang lebih muda, perjalanan penyakit yang lama, gizi kurang dan pemberian anti toksin yang terlambat.

Walaupun sangat berbahaya dan sulit diobati, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan cara menghindari kontak dengan pasien difteri yang hasil lab-nya masih positif. Sedangkan, pencegahan yang paling efektif adalah dengan memberikan imunisasi atau vaksin DPT.

Melihat bahayanya penyakit ini, beber dr Ayu, maka bila ada anak yang sakit dan ditemukan gejala diatas maka harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk segera mendapatkan penanganan. Pasien biasanya akan masuk rumah sakit untuk diopname dan diisolasi dari orang lain guna mencegah penularan.

Mengenai obat, tuturnya, penderita umumnya akan diberikan antibiotika. Antibiotik diberikan dalam jangka waktu tertentu untuk mengeliminasi kuman, menghentikan produksi racun oleh kuman, dan mengobati infeksi lokal saluran napas bagian atas.

“Istirahat total sangat dibutuhkan, terutama pada anak dengan tanda-tanda komplikasi pada jantung,” tandasnya.

Untuk pencegahan difteri disarankan mengkonsumsi secara rutin produk perlebahan dari high desert yaitu Bee Propolis dan Honey Bee Pollen yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh, perbaikan jaringan dan pemberian gizi lengkap.

Atasi Dini Gejala Diabetes

Anda sering merasa lapar dan haus, meskipun sudah cukup makan dan minum serta sering buang air kecil? Jika terjadi gejala seperti ini, kemungkinan besar Anda mengidap penyakit kencing manis. Gejala lebih lanjut, luka tidak kunjung sembuh, berat badan makin menurun, penglihatan buram, badan terasa gatal-gatal, kaki-tangan terasa linu dan kesemutan.


Jika keluhan seperti di atas, bisa jadi Anda mengidap penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Ini adalah penyakit menahun (kronik). Penyakit kencing manis disebabkan kurang berfungsinya kelenjar ludah perut atau pankreas. Jadi bukan kerena kerusakan ginjal atau kuman. Pankreas terletak di belakang lambung, berisi cairan semacam getah yang membantu mencerna makanan.

Salah satu cairan yang dihasilkan adalah insulin. Zat ini dihasilkan langerhans, kelompok sel yang tersebar di dalam pankreas. Tugas insulin adalah mengatur penggunaan karbohidrat atau glukosa dalam tubuh. Ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup, maka zat gula (karbohidrat) dari makanan dan minuman mains tak dapat dimanfaatkan. Kelebihan gula akan larut ke dalam air seni sehingga disebut kencing manis.

Dan gula ini dapat pula larut ke dalam darah, maka saat diperiksa di laboratorium, endapan glukosa ini akan terlihat, sehingga di sebut gula darah. Penderita penyakit ini akan selalu kekurangan karbohidrat sehingga selalu merasa lapar dan haus. Jika sudah demikian, Anda harus segera periksa dokter atau sinshe untuk mencegah kemungkinan terkena stroke.

Penyakit kencing manis tidak menular. Namun, ada kecenderungan berasal dari keturunan. Pemicu lain adalah dari makanan yang berlebihan sehingga menjadi kegemukan, terutama bila berumur di atas 40 tahun. (Kaltim Post)

Untuk mengatasi Penyakit tersebut disarankan mengkonsumsi secara rutin produk perlebahan dari High Desert. Adapun produk yang disarankan : Bee Propolis, Royal Jelly Liquid, Pollenergy. Produk tersebut bermanfaat dalam membantu memperbaiki sistem metabolisme, meningkatkan daya tahan tubuh dan memperbaiki fungsi kerja pangkreas.