Seorang suami sedang terbaring sakit di pembaringan. Istrinya nampak setia menemani suaminya itu.
Suami : "Mama, umur papah tidak akan lama lagi."
Istri : "Papah jangan bicara seperti itu. Masalah umur hanya Tuhan yang tahu"
Suami : "Papah banyak salah sama mama. Papah selingkuh sama sahabat mama, si Ratih.! Papah minta maaf, papah khilaf"
Istri : "Mama sebenarnya sudah tahu pah! Mamapun mau minta maaf sama papah!"
Suami : "Jadi mama sudah tahu, kenapa mama tidak marah dan minta maaf?"
Istri : "Sebenarnya yang menyebabkan papah sakit ini adalah dari racun yang mama berikan!"
Senin, 29 September 2008
Keturunan Konglomerat
Seorang pengemis terlihat sedang minta-minta pada seorang ibu muda.
Pengemis : "Bu minta sedekahnya bu!!"
Ibu Muda : "Mengapa kamu tidak kerja yang lain saja, jangan mengemis?" (sambil memberi uang)
Pengemis : "Yah cuma ini yang saya bisa, sebenarnya saya ini adalah keturunan konglomerat yang hartanya tidak akan habis sampai 7 turunan!"
Ibu Muda : "Lantas mengapa kamu jadi pengemis? Kamu kan keturunan konglomerat!"
Pengemis : "Yah saya ini memang keturunan konglomerat, tapi saya keturunan ke delapan!"
Pengemis : "Bu minta sedekahnya bu!!"
Ibu Muda : "Mengapa kamu tidak kerja yang lain saja, jangan mengemis?" (sambil memberi uang)
Pengemis : "Yah cuma ini yang saya bisa, sebenarnya saya ini adalah keturunan konglomerat yang hartanya tidak akan habis sampai 7 turunan!"
Ibu Muda : "Lantas mengapa kamu jadi pengemis? Kamu kan keturunan konglomerat!"
Pengemis : "Yah saya ini memang keturunan konglomerat, tapi saya keturunan ke delapan!"
Main Sepak Bola
Udin pulang dari sekolah terlihat begitu kesal dan wajahnya tampak kusut. Melihat hal itu ayahnyapun bertanya pada Udin.
Ayah Udin : "Kenapa kamu?Tampaknya kamu lagi kesal!"
Udin : "Iya nih yah, aku lagi kesal!"
Ayah Udin : "Kesal kenapa?"
Udin : "Begini yah, tadi ketika mata pelajaran olah raga. Waktu
aku nendang bola ke kiri, eh ternyata kata pak guru pelanggaran. Lalu ketika aku nendang bola ke kanan juga dibilang pelanggaran! Bagaimana aku tidak kesal! Mungkin pak gurunya sentimen sama aku!"
Mendengar penjelasan Udin, sontak saja ayah Udin naik pitam.
Ayah Udin : "Guru macam apa dia, tidak tahu peraturan persepakbolaan. Masa anakku nendang bola ke kiri atau ke kanan dibilang pelanggaran!!!"
Udin : "Aduh ayah!! Aku tadi bukan main sepak bola, tapi main bola basket!!"
Ayah Udin : "?!?!?!"
Ayah Udin : "Kenapa kamu?Tampaknya kamu lagi kesal!"
Udin : "Iya nih yah, aku lagi kesal!"
Ayah Udin : "Kesal kenapa?"
Udin : "Begini yah, tadi ketika mata pelajaran olah raga. Waktu
aku nendang bola ke kiri, eh ternyata kata pak guru pelanggaran. Lalu ketika aku nendang bola ke kanan juga dibilang pelanggaran! Bagaimana aku tidak kesal! Mungkin pak gurunya sentimen sama aku!"
Mendengar penjelasan Udin, sontak saja ayah Udin naik pitam.
Ayah Udin : "Guru macam apa dia, tidak tahu peraturan persepakbolaan. Masa anakku nendang bola ke kiri atau ke kanan dibilang pelanggaran!!!"
Udin : "Aduh ayah!! Aku tadi bukan main sepak bola, tapi main bola basket!!"
Ayah Udin : "?!?!?!"
Jumat, 26 September 2008
Baca Koran
Di koran aku baca bahayanya merokok, langsung aku berhenti merokok.
Besoknya aku membaca bahaya minum alkohol, langsung aku berhenti minum-minuman keras.
Besoknya lagi aku membaca bahayanya sex, langsung aku berhenti berlangganan koran.
Besoknya aku membaca bahaya minum alkohol, langsung aku berhenti minum-minuman keras.
Besoknya lagi aku membaca bahayanya sex, langsung aku berhenti berlangganan koran.
Rabu, 24 September 2008
Dilarang Telentang!!!!!!!
!!!!!!!!!!PERINGATAN!!!!!!!!!!
Bagi pembaca sekalian diberitahukan bahwa sehabis kita makan tidak boleh telentang!!!!!
Ingat baik-baik!!!!
Sekali lagi sehabis makan kita tidak boleh telentang!!!!!!!
Mengapa???????
Telen paku aja susah apalagi telen tang!?!?!
Bagi pembaca sekalian diberitahukan bahwa sehabis kita makan tidak boleh telentang!!!!!
Ingat baik-baik!!!!
Sekali lagi sehabis makan kita tidak boleh telentang!!!!!!!
Mengapa???????
Telen paku aja susah apalagi telen tang!?!?!
Bukan Penguin
Suatu hari anak penguin bertanya pada ayahnya
Anak Penguin : "Ayah apa benar aku ini 100% penguin?"
Ayah Penguin : "Tentu saja nak kamu 100% anak Penguin !"
Anak Penguin : "Ayah saya serius! Katakanlah yang sebenarnya!!!"
Ayah Penguin : "Nak, ibumu 100% penguin, ayahmu 100% penguin. Otomatiskan kamu juga 100% penguin
Anak Penguin : "Ayah kalau mau berkata jujur akupun tidak akan sedih, katanlah yang sejujurnya!!"
Mendengar pernyataan anaknya tersebut ayah penguinpun menjadi tertekan dan balik bertanya
Ayah Penguin : "Nak mengapa kamu terus meragukan bahwa kamu itu bukan seorang penguin?"
Anak Penguin : "Karena saya kedinginan!!!!"
Anak Penguin : "Ayah apa benar aku ini 100% penguin?"
Ayah Penguin : "Tentu saja nak kamu 100% anak Penguin !"
Anak Penguin : "Ayah saya serius! Katakanlah yang sebenarnya!!!"
Ayah Penguin : "Nak, ibumu 100% penguin, ayahmu 100% penguin. Otomatiskan kamu juga 100% penguin
Anak Penguin : "Ayah kalau mau berkata jujur akupun tidak akan sedih, katanlah yang sejujurnya!!"
Mendengar pernyataan anaknya tersebut ayah penguinpun menjadi tertekan dan balik bertanya
Ayah Penguin : "Nak mengapa kamu terus meragukan bahwa kamu itu bukan seorang penguin?"
Anak Penguin : "Karena saya kedinginan!!!!"
Senin, 22 September 2008
Berhasil Kabur
Seorang laki-laki sedang menelpon sebuah RSJ dan menanyakan kepada petugas RSJ, apakah kamar 41 ada pasiennya. Petugas tersebut memeriksa ruangan itu dan segera kembali ke pesawat telpon, memberitahukan bahwa kamar 41 itu kosong.
"Bagus sekali"kata laki-laki, "itu berarti aku sudah betul-betul berhasil melarikan diri! Ha ha ha!!"
"Bagus sekali"kata laki-laki, "itu berarti aku sudah betul-betul berhasil melarikan diri! Ha ha ha!!"
Langganan:
Postingan (Atom)